Wednesday, December 28, 2011

Dimana Kebahagiaan

Ada dua ekor kucing yang bersahabat. kucing yang tua dan kucing yang kecil. kucing yang kecil selalu mengeluh tentang penderitaan hidupnya dan selalu berharap bila agaknya kesenangan akan datang untuk menolongnya agar terlepas dari penderitaan dunia. kucing yang tua selalu menasihati kucing yang kecil dan berkata: "Meskipun tak punya rumah tetapi kita masih boleh tinggal ...di manapun. Hidup di dunia ini asal tidak mengalami kelaparan dan kedinginan sudah cukup. Jika dipelihara oleh manusia dan menjadi seekor kucing yang meminta belas kasihan majikan, maka akan kehilangan kebebasan dan kehormatan."

kucing kecil tersebut tidak mau mendengar nasihat kucing tua, selalu bermimpi bahwa dirinya --dari kucinging yang bebas mengembara-- menjadi kucing yang dipelihara manusia.


Pada suatu hari, kucing kecil tersebut pergi ke tempat peramal dan bertanya: "Dimanakah kebahagiaan itu berada?"

"Kebahagiaan itu berada pada ekor kamu!"

Setelah mendengar kata-kata tersebut,kucing kecil tersebut mati-matian berputar ingin menggigit ekornya untuk menangkap kebahagiaan. Dia lari sekuat-kuatnya hingga berkeringat, tetapi tetap tidak dapat menggigit ekornya. Akhirnya dengan letih dia berkata kepada kucing tua: "Menurut ramalan, kebahagiaan saya berada pada ekor saya. Tetapi saya tidak dapat menangkap kebahagiaan. Tolong beritahu, bagaimana caranya untuk mendapatkan kebahagiaan?"

kucing tua dengan tersenyum berkata: "Saya mencari kebahagiaan dengan berjalan menuju ke depan. Tidak pernah berkeluh kesah tentang masa lampau, tidak pernah kuatir dan takut tentang keadaan sekarang dan juga tidak pernah kuatir tentang masa yang akan datang. Asalkan kaki saya melangkah ke depan maka kebahagiaan yang berada di ekor saya pasti mengikuti saya."

Dimanakah sesungguhnya kebahagiaan berada? Rasa curiga sering membuat kita jauh dari pandangan kebahagiaan. Keragu-raguan sering membuat kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan. Demikian pula rasa iri hati membuat pandangan kita kabur terhadap kebahagiaan, dan melamun membuat kita lepas dari pelukan kebahagiaan.

Jangan mencari kebahagiaan di luar diri, jangan mengemis kepada siapapun. Kebahagiaan berada di dalam batin kita sendiri.

No comments:

Dimana Kebahagiaan

Ada dua ekor kucing yang bersahabat. kucing yang tua dan kucing yang kecil. kucing yang kecil selalu mengeluh tentang penderitaan hidupnya dan selalu berharap bila agaknya kesenangan akan datang untuk menolongnya agar terlepas dari penderitaan dunia. kucing yang tua selalu menasihati kucing yang kecil dan berkata: "Meskipun tak punya rumah tetapi kita masih boleh tinggal ...di manapun. Hidup di dunia ini asal tidak mengalami kelaparan dan kedinginan sudah cukup. Jika dipelihara oleh manusia dan menjadi seekor kucing yang meminta belas kasihan majikan, maka akan kehilangan kebebasan dan kehormatan."

kucing kecil tersebut tidak mau mendengar nasihat kucing tua, selalu bermimpi bahwa dirinya --dari kucinging yang bebas mengembara-- menjadi kucing yang dipelihara manusia.


Pada suatu hari, kucing kecil tersebut pergi ke tempat peramal dan bertanya: "Dimanakah kebahagiaan itu berada?"

"Kebahagiaan itu berada pada ekor kamu!"

Setelah mendengar kata-kata tersebut,kucing kecil tersebut mati-matian berputar ingin menggigit ekornya untuk menangkap kebahagiaan. Dia lari sekuat-kuatnya hingga berkeringat, tetapi tetap tidak dapat menggigit ekornya. Akhirnya dengan letih dia berkata kepada kucing tua: "Menurut ramalan, kebahagiaan saya berada pada ekor saya. Tetapi saya tidak dapat menangkap kebahagiaan. Tolong beritahu, bagaimana caranya untuk mendapatkan kebahagiaan?"

kucing tua dengan tersenyum berkata: "Saya mencari kebahagiaan dengan berjalan menuju ke depan. Tidak pernah berkeluh kesah tentang masa lampau, tidak pernah kuatir dan takut tentang keadaan sekarang dan juga tidak pernah kuatir tentang masa yang akan datang. Asalkan kaki saya melangkah ke depan maka kebahagiaan yang berada di ekor saya pasti mengikuti saya."

Dimanakah sesungguhnya kebahagiaan berada? Rasa curiga sering membuat kita jauh dari pandangan kebahagiaan. Keragu-raguan sering membuat kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan. Demikian pula rasa iri hati membuat pandangan kita kabur terhadap kebahagiaan, dan melamun membuat kita lepas dari pelukan kebahagiaan.

Jangan mencari kebahagiaan di luar diri, jangan mengemis kepada siapapun. Kebahagiaan berada di dalam batin kita sendiri.

No comments: